Pelaksanaan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka MAN 1 Karanganyar

Karanganyar (26 –27 Juni 2023) Sistem adalah suatu hal yang harus dilakukan secara teratur, terarah dan bertujuan.Sedang implementasi sendiri bermakna penerapan atau  pelaksanaan. Implemetasi makna secara luas  yaitu suatu tindakan atau pelaksana rencana yang telah  disusun secara cermat dan matang. Tentunya makna penerapan ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi anak didik di Madrasah atau Sekolah masing – masing.

Pada sesi kali ini MAN 1 Karanganyar mengadakan workshop implementasi kurikulum merdeka yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah Dr.Lanjar Utami, M.Pd. Dengan tutor Kepala Sekolah dari SMA 3 Solo, Wardi, S.Pd.,yang dikurikulum merdeka ini kemampuan diberikan kelonggaran dalam pembelajaran. Tidak boleh menghukum anak ketika siswa tidak KKM, tetapi  lebih ke KKTP untuk isitilah kumer. Lebih memprioritaskan ke bakat anak atau capaian anak. Istilah pembelajaran disdeperen berfungsi untuk mengatasi CP. Kelebihan kurmer ini tidak ngoyo atau tidak harus semua KD tuntas. Perhitungan jam  per tahun bukan per minggu. Kalau sistem reguler perhitungan jam per minggu.  Sekolah – sekolah swasta banyak menggunakan sistem terpadu.

Sistem ini pengelolaan projek dibebaskan, akan tetapi segala sesuatunya harus dipersiapkan di awal. Akan tetapi rata – rata yang dilakukan selama ini banyak yang menggunakan reguler.  Di SMA 3 menggunakan campuran antara Reguler dan blok . Misal 1 minggu pakai blok, minggu berikutnya menggunakan reguler. Contoh saja misalnya Simulasinya dengan judul Kearifan Lokal.

Pertemuan 1 guru A yang mengajar waktu dengan waktu yang tidak cukup 3 jam , maka waktu pengumpulan ditambah 1 hari, guru B harus tahu. Senin buat blok , tema yang sama , judul berbeda. Aksi nyata di lapangan buat blok dengan fokus sub tema yang berbeda. Penilaiannya dengan sistem narasi. Jadi diKuMer (Kurikulum Merdeka) ini, kita bebas memberikan penilaian kepada anak sesuai kemampuan, anak dapat fokus pada bakat yang dimiliki dan capaian ketuntasan juga sesuai kemampuan anak.   

Di hari kedua pembicara dari SMA 3 Surakarta, Dra. Eni Nursanti,M.Acc,M.B.A, beliau melanjutkan materi selanjutnya yaitu cara membuat modul ajar yang akan digunakan sebagai acuan pembuat RPP. Langkah pertama memberikan pre test,dilanjutkan Assasment terdiri dari pertanyaan pemantik dan pemahaman bermakna,baru kemudian materi yang bervariasi karena akan mengakomodir cara belajar siswa supaya tidak membosankan. Selanjutnya penilaian diragamkan bisa variatif yaitu bisa berbentuk drama, video direkam, tiktok, youtube. Dan diakhiri dengan refleksi yang merupakan salah satu ciri dari kurmer. Tetap semangat untuk menjadikan MAN 1 Karanganyar lebih baik lagi.Bismillah

MAN 1 Karanganyar_HUMAS

LA_jurnalist

Related posts