Madrasah Mantap, Kurikulum Cermat: Desiminasi Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 dan Sosialisasi Rapor Digital Madrasah (RDM) MAN 1 Karanganyar

Karanganyar, 9 Desember 2025 – MAN 1 Karanganyar menggelar kegiatan Desiminasi Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 dan Sosialisasi Rapor Digital Madrasah (RDM) pada hari Selasa, 9 Desember 2025. Acara ini diselenggarakan di Aula Lantai 3 Gedung Multimedia MAN 1 Karanganyar dan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB. Seluruh guru dan tenaga kependidikan madrasah hadir sebagai peserta untuk mendalami penerapan kurikulum baru dan sistem penilaian digital. Kegiatan ini diadakan sebagai respons atas keluarnya regulasi terbaru dan kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran. Acara berjalan tertib dengan rangkaian kegiatan yang mencakup pembukaan, penyampaian materi, serta sesi tanya jawab yang interaktif.

Kusrini – selaku Koordinator Litbang, memandu pembukaan acara dengan pembacaan basmallah dan surat Al-Fatihah bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Nining Yuliani selaku guru seni serta doa yang dipimpin oleh Shofwan Hafidz Musthofa selaku koordinator boarding. Kepala MAN 1 Karanganyar, Sumiran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa aplikasi RDM terbaru sudah digunakan untuk rapor semester gasal dan mendorong guru untuk mengisi deskripsi nilai secara singkat namun padat.

Muhammad Agus Fuadi selaku wakil kepala madrasah bidang kurikulum memaparkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada kegiatan intrakurikuler. KBC bertujuan membentuk insan paripurna yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan penuh cinta melalui internalisasi Panca Cinta: cinta Allah dan Rasul, ilmu, diri dan sesama, lingkungan, serta tanah air. Pembelajaran dirancang untuk menciptakan ruang yang aman, nyaman, ramah, menyenangkan, dan sejahtera.

Perencanaan pembelajaran KBC melibatkan pemetaan Capaian Pembelajaran (CP) dengan topik Panca Cinta, penyusunan RPP/modul ajar berbasis Panca Cinta, hingga perancangan asesmen autentik. Pelaksanaannya menekankan pembangunan koneksi emosional-spiritual, aktivitas inti yang menumbuhkan karakter, serta penutup yang bernilai lebih. Pembelajaran mendalam ini juga mengintegrasikan praktik pedagogi seperti keterlibatan, berkesadaran, dan pemanfaatan teknologi digital.

Pada sesi kedua, Agus Fuadi menjelaskan implementasi KBC dalam kegiatan kokurikuler, yang bertujuan memperkuat dimensi profil lulusan dan karakter. Kegiatan seperti proyek kolaboratif lintas disiplin dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) dirancang dengan alokasi waktu tertentu sesuai jenjang kelas. Asesmen formatif dalam kokurikuler, seperti jurnal refleksi dan observasi, dapat terintegrasi dengan penilaian intrakurikuler.

Sesi ketiga membahas penerapan KBC dalam ekstrakurikuler, misalnya kegiatan Banjari (Hadrah). Nilai-nilai Cinta Ilmu dan Cinta Diri serta Sesama diinternalisasi melalui alur pembelajaran ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konsep, Aplikasi). Asesmennya menggunakan rubrik sikap dan lembar refleksi murid untuk mengukur aspek seperti niat, ketekunan, tawakal, syukur, kolaborasi, dan kesabaran.

Muhammad Ridwan, selaku staff kurikulum, memaparkan update teknis sistem RDM versi 3.1. Poin penting mencakup perubahan menu PSRA menjadi kokurikuler, sinkronisasi data guru dan siswa dengan EMIS, serta penekanan pengisian nilai sikap atau karakter pada menu kokurikuler oleh wali kelas. Operator diminta melakukan backup data sebelum pembaruan sistem.

Perwakilan dari MA Nurul Iman menyampaikan masukan bahwa pengisian Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebaiknya tidak hanya dapat diisi oleh guru masing-masing, tetapi juga dapat diatur atau disesuaikan oleh operator sistem untuk fleksibilitas yang lebih baik.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdallah dan doa penutup majelis yang kembali dipimpin oleh Kusrini. Dengan harapan agar MAN 1 Karanganyar menjadi lebih baik lagi. (Humas)

Related posts