TALKSHOW LITERASI “REMBUK” (REMAJA BUKU dan PERPUSTAKAAN) KABUPATEN KARANGANYAR

Karanganyar – Selasa, 1 November 2022 , dalam rangka memperluas dan meningkatkan pengetahuan sekaligus memperingati hari perpustakaan ke 105 , dengan tema “ Maju dan Mandiri dengan Membaca , maka diadakanlah  Festival Literasi Karanganyar , adapun agenda berupa Talkshow “REMBUK PERPUSTAKAAN  (Remaja Buku dan Perpustakaan). Dipandu oleh Tera Sudiro sebagai moderator dan 4 narasumber yaitu Riah Wiratningsih, S.S, M.Si (Pustakawan UNS Surakarta), Zein Mukhlis (Penulis Buku, FLP Karanganyar), Endang Palupi ( Duta Humas Kwarda Jateng, Saka Millenial Karanganyar), Rohmad Al Latif (Founder “RIPPI”).

Pada acara ini dimeriahkan oleh seluruh elemen Pendidikan . Diantaranya jajaran Pendidikan tingkat SLTP, MA / SMA / SMK dan jajaran Universitas di Solo Raya pada umumnya dan khususnya Kabupaten Karanganyar.  MAN 1 Karanganyar pun turut “mangayubagyo” acara ini dengan mengirim 5 siswa dan seorang pembimbing.  Di kegiatan ini dilengkapi dengan acara pameran, diantaranya pameran buku dan pembukaan stan dari beberapa SLTA/ SMK maupun universitas. Dalam Talkshow ini Kak Riah menjelaskan cara pustakawan menumbuhkembangkan ketertarikan remaja kepada buku. Para Pustakawan harus adaptif terhadap style remaja millenial seperti Menggunakan medsos, menambahkan spot-spot instagramable dan buku-buku baru sebagai media promosi. Kemudian Kak Zein menerangkan bahwa remaja saat ini kurang menyukai topik-topik yang bersifat berat, akan tetapi  lebih menyukai buku yang pembahasan sederhana.  Kak Zein menambahkan  bahwa buku-buku tentang kesehatan mental lebih laris, sebab para remaja menjadikan buku sebagai teman curhat mereka.

 Kak Endang Palupi dalam pendapatnya berfatwa tentang literasi. Beliau juga bercerita tentang riset yang kak Endang Palupi lakukan.  keunggulan-keungulan PERPUSDA Karanganyar yang mendatangkan daya minat dari para pembaca untuk datang. Setelah itu Kak Rohmad Al latif memberikan tips bagaimana agar bisa suka dan cinta akan literasi, salah satunya adalah memilih lingkup perkumpulan dengan orang-orang yang positif, sebab kita akan “ketularan” Hal-hal positif  jika berkumpul dengan lingkungan yang senada.  Dan kak Rohmad Al Latif berpesan kita harus keluar dari zona nyaman walau itu sangat luar biasa sulitnya dan harus berani membawa perubahan.

Motivasi-motivasi yang dapat kita petik dari apa yang disampaikan oleh para narasumber diharapkan dapat meningkatkan minat literasi dari para remaja saat ini, sebab membaca merupakan perintah yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW yaitu dengan kata “ iqroq “. Membaca juga   salah satu cara dalam mendapatkan ilmu yang berguna bagi kehidupan. Wahai Para muda janganlah takut akan perubahan, sesungguhnya perubahan untuk menuju kemajuan yang  sukses hanyalah milik orang-orang yang mau belajar, mendengarkan dan berusaha. Dan jendela ilmu salah satunya adalah buku, Salam literasi

@arifin abi & Melvina _ jurnalistikteam