Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSMA) Tahun 2019/2020 MAN 1 Karanganyar diakhiri dengan Tanam Bunga. Hal ini dilaksanakan pada hari Rabu 17 Juli 2019 di Kampus 1 MAN Karanganyar. Gerakan tanam bunga diikuti seluruh siswa baru sejumlah 468 anak didampingi Pengurus OSIS dan Guru Pembina.

Seluruh rangkaian materi MATSAMA sesuai Panduan dari Kanwil Kemenag Prov Jateng telah disampaikan kepada siswa, mulai Tata Tertib Madrasah, Wawasan kemadrasahan, Nilai-nilai UUD 1945 dan Pancasila, serta materi lain, termasuk juga pelatihan dasar PBB dengan Instruktur dari KODIM Kab. Karanganyar. Dan pada puncaknya hari ini (Rabu 17 Juli 2019) disampaikan materi tentang Kenakalan Remaja, Tertib berlalu lintas serta Sevety Riding oleh Anggota POLRES Karanganyar, kemudian diakhir kegiatannya adalah penanaman bunga.

Untuk mensukseskan penanaman bunga seluruh siswa baru dianjurkan untuk membawa bunga dengan berbagai jenis. Kontak saja siswa baru baru tanpa kecuali membawa bunga ada yang membawa bunga Pucuk merah, bunga Anggrek, dan bahkan bunga sedang viral saat ini yakni bunga Celosia.

Nining Yuliani, S.Pd. sebagai kordinator penaman bunga ini mengatakan bahwa acara hari ini bertujuan untuk menjadikan Madrasah lebih indah. “Dengan bunga akan menjadikan siswa lebih semanagat belajar” tandasnya. “Bunga merupakan tumbuhan  yang indah. Bunga itu seperti kehidupan; di tanam dari mulai bibit, pucuk dan berkembang menjadi besar, tumbuh batang – batang dan daun – daun yang berkembang menjadi muncullah bunga bermekaran yang sangat indah dipandang mata. Bigutalah kehidupan manusia mulai bayi, tumbuh remaja hingga tumbuh jadi manusia dewasa dan menjadi orang sukses yang bisa menebarkan kebaikan dan kemanfaatan bagi manusia.” imbuhnya.

Banyak filosofi deangan adanya penaman bunga ini antara lain; Sebagai Tanda-Tanda Kehidupan Alam dari Alloh. Alloh berfirman kepada manusia untuk memperhatikan tanda-tanda alam karena di sana terdapat pelajaran yang berharga. Bunga itu titipan dari tuhan untuk alam yang memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana makhluk ciptaan harusnya hidup yang sewajarnya di dunia ini..

Bunga Mengundang Kekaguman. Bunga itu tidak bisa bicara. Dia hanya bisa tumbuh dan bermekaran cantik dan semerbak wangi aromanya yang mengundang kekaguman

Bunga Menjadi Teladan Bersikap . Bunga bisa dijadikan teladan bagi makhluk ciptaan Tuhan untuk menjadikan dirinya sendiri apa adanya. Kita sering mendapati bunga yang tidak harum, bahkan baunya busuk  tidak enak atau pahit. Namun bunga yang tidak wangi ini tetap menunjukkan dirinya apa adanya. Tidak berusaha bunuh diri karena minder atau layu karena malu. Begitupun bunga yang indah dan berbau semerbak mereka tidak kemudian sombong congkak dan membanggakan diri, mereka tetap tawadzuk dan berdiri ditempat sampai layu dan kering.

Bunga Tidak Over Akting. Bunga mengajarkan manusia untuk tidak pura-pura. Bunga akan tetap harum walaupun tidak mengatakan dirinya bunga. Wangi atau harum Bunga akan tetap terendus atau tercium meskipun mereka tidak kibas-kibaskan dirinya. Begitulah seharusnya manusia menjalani hidupnya. Tidak usah over akting mengatakan aku begini, aku begitu… Kalau memang harum, pastilah tercium aromanya!

Bunga Memiliki Kemandirian. Bunga adalah rantai utama penyerbukan. Penyerbukan menjadi simbol kemandirian. Manusia harus bisa belajar mandiri pula. Tidak merepotkan orang lain. Dengan banyaknya makna bunga itulah MAN 1 Karanganyar melalui panitia MATSAMA mengajak seluruh siswa baru untuk menanam bunga dan menjaganya agar tidak lalu, dan bermekaran dari pagi hingga petang sehingga mampu menampat cantik Madrasah nan hija ini.

By admin