Satyaku kudarmakan

Darmaku kubaktikan,  salam pramuka

Dalam rangka memperingati Festival Seni dan Budaya 2020, kwarcab Karanganyar mengadakan perlombaan yang bertemakan Pramuka Berkarya Melestarikan Budaya. Perlombaan  dilaksanakan pada awal bulan September tepatnya dihari Sabtu s.d Senin, tangal 4 s.d 6 September 2020.

Festival seni dan budaya adalah program tahunan kwarcab Karanganyar yang diadakan bertujuan menjadi salah satu wadah pembinaan anggota pramuka penegak dan pramuka pandega untuk membentuk kader pembanguanan tersebut sebagai pembekalan anggota muda dengan pengetahuan dan keterampilan potensial yang selaras dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Lomba geguritan adalah lomba membaca puisi berbahasa jawa, lomba ini dilaksanakan dengan format video yang berdurasi maksimal 10 menit tanpa edit. Tujuannya sebagai sarana evaluasi dalam keterampilan kebudayaan jawa. Tema geguritan  yang diangkat adalah kesarasan. Dalam perlombaan ini, gudep MAN 1 Karanganyar diwakili oleh Prian Fathur Rohman kelas XI IPA 4 dan Muflikah Citra Utami kelas XI Agama.

Dengan itu gudep MAN 1 Karanganyar ikut berpartisipasi dengan mengirimkan 2 sangga perwakilan, satu sangga putra dan satu sangga putri. Terdapat 5 macam perlombaan, diantaranya lomba geguritan, lomba membuat wayang tradisional, lomba komik, lomba desain maskot, dan lomba essay.

Lomba kedua, yakni lomba membuat wayang tradisional dengan tujuan meningkatkan kreativitas dalam membuat karya hand made serta kontribusi untuk melestarikan seni juga budaya. Gudep MAN 1 Karanganyar mengirimkan 2 orang persangga sebagai perwakilan dalam lomba ini, diantaranya Enggi Burhanuddin kelas XI IPA 6 dan Muhammad Hekmah wahidin kelas XI IPA 2 dari sangga putra dengan membuat wayang tradisional yaitu Anoman, serta Isnaini Miftakhul Jannah kelas XI IPA 2 dan Aprilia Nur Khasanah kelas XI IPA 6 dari sangga putri yang membuat wayang tradisional yaitu Gatotkaca. Lomba dilaksanakan dengan mengirimkan format video pembuatan dan terdapat juga sesi tanya jawab dengan juri secara langsung oleh salah satu peserta lomba, serta wayang yang dibuat juga dikumpulkan dan menjadi hak milik kwarcab Karanganyar.

Lomba ketiga adalah lomba membuat komik dengan tujuan meningkatkan kreativitas melek teknologi serta menggali potensi keberagaman cerida rakyat di setiap daerah. Komik ini berupa komik foto yang menceritakan cerita rakyat kabupaten Karanganyar dengan maksimal 30 halaman. Gudep MAN 1 Karanganyar diwakili oleh 3 orang pesangga, diantaranya Salman Alfarisi kelas XI IPA 1, Muh Mudhofar kelas XI IPA 2, dan Ahmad Daris Almanfaluti kelas XI IPA 2, serta Mar’ah Ma’rifatul Fadhliya kelas XI IPA 2, Nabila Khonsa’ Fauziyah kelas XI IPA 1,dan Hamidah Nurrohillah kelas XI Agama. Sangga putra dalam komiknya mengangkat judul “Asal Mula Desa Pancot Tawanngmangu”, sedangkan sangga putri dalam komiknya mengangkat judul “Diroma Asa Nyi Ageng Karang”.

Lomba keempat  adalah lomba desain maskot yang bertujuan meningkatkan kreativitas dan kemampuan peserta dalam desain grafis. Lomba ini dilaksanakan dengan membuat desain maskot 2 dimensi sebagai simbol pramuka Karanganyar dengan satu orang perwakilan dari setiap sangga. Mahendra Bintang Rahmat kelas XI IPS 6 dan Salma Mar’atus kelas XI IPA 1 sebagai perwakilan dari gudep MAN 1 Karanganyar.

Lomba yang terakhir adalah lomba membuat essay, yang bertemakan “Pramuka Berkarya Melestarikan Budaya”. Tujuannya agar meningkatkan kemampuan peserta menuangkan argumentsi dalam karya tulis. Perwakilan dari gudep MAN 1 Karanganyar yaitu Ahmad Akbar Qodri kelas XI IPA 3 dengan mengangkat judul “Strategi Pramuka dalam Pelestarian budaya” dan Dinda Marchellina kelas XI IPA 2 dengan mengangkat judul “Peran Gerakan Pramuka dalam Pelestarian Kebudayaan Indonesia”.

Dari lima perlombaan Festival Seni dan Budaya tersebut, gudep MAN 1 Karanganyar mampu meraih berbagai kejuaraan antara lain: Juara 1 lomba komik (putra), Juara 2 lomba geguritan (putra), Juara 2 lomba essay (putra), Juara 3 lomba desain maskot (putri), dan Juara 3 lomba essay (putri).

By admin